Search

Liberalisasi Pertanian

Food Estate, Minapolitan, ACFTA, kenaikan harga pupuk dan sembako

Sejak ditawarkan pemerintah, program food estate telah kebanjiran peminat. Hampir setengah penduduk dunia saat ini bergantung pada beras sebagai makanan pokok. Pada 2030, jumlah penduduk dunia diperkirakan delapan miliar atau bertambah sekitar 1,22 miliar dari jumlah pen duduk sekarang yang mencapai 6,787 miliar.
Pertambahan penduduk bukan saja bergaris lurus dengan kebutuhan beras. Jenis pangan lain, seperti jagung, gandum, dan lainnya, juga dituntut tersedia guna menjamin kecukupan pangan manusia di dunia.
Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia, Arshad Saeed Hu sain, mengatakan, konsumsi pa ngan dunia telah melebihi pro duksi dan menurunkan cadangan pangan dunia. Menurutnya, ketersediaan pangan yang kian menipis bakal memicu harga pangan yang terus naik dari tahun ke tahun. “Pada 2030, kebutuhan beras dunia diprediksi mencapai 50 juta ton. Ini tantangan seluruh dunia yang solusinya harus dicari bersama-sama,” ujar Arshad.
Karena itu, perlu peningkatan penyediaan beras secara cepat. Cara yang paling efektif, kata Arshad, melalui penggunaan ilmu pengetahuan berbasis teknologi, mengoptimalkan penggunaan pupuk dan produk perlindungan tanaman, serta meningkatkan hasil panen.
Kondisi ini disadari pemerintah akan bertalian erat dengan ketersediaan pangan di Tanah Air. Maka, 2007 lalu, pemerintah pun menggaungkan konsep untuk mempercepat produktivitas pangan.
Menteri Pertanian Suswono menyatakan, peningkatan produktivitas pangan yang paling efektif adalah perluasan lahan pertanian (ekstensifikasi). Ekstensifikasi dipandang sebagai solusi terbaik, selain menerapkan teknologi produksi mutakhir pada lahan-lahan yang ada. Suswono juga mengimbau tetap mempertahankan luasan lahan yang sudah ada serta menekan konversi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian.
Konsep ekstensifikasi lahan yang kini terus dikembangkan pemerintah adalah pembukaan lahan produksi pangan terintegrasi yang berskala luas di sebuah kawasan tertentu. Konsep ini populer dengan istilah food estate.
Food estate mencakup bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Hasil dari pengembangan food estate ini diupayakan untuk menjamin pasokan ketahanan pangan nasional. “Jika sudah berlebih, baru bisa dilakukan ekspor untuk menyuplai kebutuhan pangan dunia,” kata Suswono.
Salah satu daerah yang menjadi target utama aplikasi food estate adalah Kabupaten Merauke, Papua. Merauke sendiri sudah mencanangkan program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE).
Merauke memiliki cadangan lahan pertanian mencapai 2,49 juta hektare. Terdiri atas lahan basah sekitar 1,937 juta hektare dan lahan kering 554,5 ribu hektare. Lahan yang ada di Merauke hampir semua datar sehingga cocok untuk usaha agrobisnis skala luas yang komersial.
Namun, Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi, menegaskan, food estate tidak bisa diartikan milik Merauke saja. Menurutnya, food estate bisa dilakukan di wilayah Indonesia mana saja yang memungkinkan untuk pembukaan lahan skala luas. “Di mana ada lahan potensial tersedia dan belum tergarap optimal, kita bisa kembangkan food estate,” ujar Bayu.

Liberalisasi Pertanian tidak secara total menyebabkan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Artinya, liberalisasi pertanian di Indonesia harus disikapi secara arif dan bijaksana dengan melakukan berbagai upaya untuk memperkecil dampak negatifnya.

Dalam hal ini akan sedikit membahas lebih lanjut tentang liberalisasi pertanian yaitu Food estate, Food estate itu istilah populer dari kegiatan usaha budi daya tanaman skala luas di atas 25 hektare. Ini dilakukan dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, modal, organisasi, serta manajemen modern.
Konsep dasar food estate diletakkan atas dasar keterpaduan sektor dan subsektor dalam suatu sistem agrobisnis. Memanfaatkan sumber daya secara optimal dan lestari dikelola secara prosedural, didukung SDM berkualitas, menggunakan teknologi tepat guna, berwawasan lingkungan, dan kelembagaan yang kokoh. Food estate diarahkan pada sistem agrobisnis yang berakar kuat di perdesaan dan berbasis pemberdayaan masyarakat adat atau penduduk lokal yang merupakan landasan dalam pengembangan wilayah.
 Hasil dari pengembangan Food Estate bisa menjadi pasokan ketahanan pangan nasional dan jika berlebih bisa dilakukan ekspor. Pemerintah berencana akan mengimplementasikan konsep Food Estate ini khususnya di daerah luar jawa. Pemerintah telah menjadikan program Food Estate menjadi program 100 hari untuk menyelesaikan peraturan perundangan dalam mengatur tentang Food Estate. Hal yang akan diatur dalam regulasi food estate antara lain soal luas maksimum lahan, jangka waktu usaha, penggunaan subsidi bagi pelaku usaha, ketentuan fasilitas kredit, saham maksimum yang bisa dimiliki asing, dan lainya, keuntungan dan kerugian dari food estate ini cenderung seimbang, maka harus teliti agar tidak mengalami kerugian. Terlepas dari masalah Food Estate yang digulirkan oleh pemerintah semestinya kita mengerti bahwa akar permasalahan selama ini di bidang pertanian salah satunya adalah masalah kepemilikan dan distribusi lahan pertanian. Lalu berlanjut pada Minapolitan, konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan dengan prinsip-prinsip, integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi ini dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai program lima tahun kedepannya. Proses ini Akan membangun kawasan minapolitan (kawasan produksi kelautan dan perikanan yang terintegrasi) di 28 kabupaten sebagai pilot project untuk meningkatkan produksi perikanan di Indonesia. Program untuk membuat kawasan minapolitan di 28 kabupaten itu direncanakan akan didanai melalui anggaran APBN-Perubahan 2010, yang saat ini pembahasannya masih dalam pembahasan di DPR. Pembentukan kawasan minapolitan itu dimaksudkan untuk meningkatkan produksi ikan dengan harga ikan yang murah dan terjangkau masyarakat ini juga termasuk dalam liberalisasi dalam pertanian. Kenudian Tentang ACFTA perjanjian perdagangan bebas (free trade agree-ment/FTA) ASEAN-Cina, sejak 1 Januari 2010, kian nyaring. Semua kerisauan bermuara pada satu hal bagi Indonesia, ACFTA lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Atas dasar itulah, mereka mendesak perdagangan bebas itu dibatalkan, atau setidak-tidaknya ditunda. Pemerintah bukannya tidak merespons kerisauan dunia usaha. Namun bagi pemerintah tidak berlaku kamus mundur. Untuk menyiapkan langkah-langkah konkret-antisipatif, pemerintah membentuk tim pemantau. Seperti yang sudah-sudah, pemerintah, pelaku usaha, dan industri tergagap-gagap ketika dihadapkan pada situasi baru yang mengancam. Ratifikasi ACFTA dilakukan pemerintah enam tahun lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2004. Tapi, sejak itu hingga menuju implementasi, tak tampak langkah-langkah antisipatif yang terukur untuk menyiapkan diri menghadapi medan kompetisi baru. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan pelaku usaha seperti tidak ngeh konsekuensi yang hams ditanggung saat pemerintah meneken ACFTA. Departemen dalam pemerintahan berjalan sendiri-sendiri. Imbauan berulang-ulang Menteri Perindustrian (saat itu) Fahmi Idris agar ACFTA ditunda tidak mendapat respons yang semestinya dari pihak-pihak terkait, khususnya Departemen Perdagangan. Berlakunya ACFTA mengharuskan Indonesia melakukan re-focusing pengembangan sektor pertanian sesuai dengan keunggulan komparatif dan kompetitif. Indonesia unggul di sektor perkebunan. Namun keunggulan itu ditopang ekspor produk-produk mentah bernilai tambah rendah, bukan produk olahan. Nilai tambah yang tinggi justru dinikmati pihak lain, orang lain, dan negara lain. Fokus harus ditata ulang, selain intens mengembangkan komoditas unggulan di hulu, on farm, juga di hilir. Pemerintah mesti mendorong industi! hilir dengan kebijakan memihak. Kemudian semua itu pasti berpengaruh kepada rakyat kecil termasuk para petani terutama masalah Kenaikann Harga Pupuk dan Sembako, semua saling berpengaruh harga pupuk naik maka harga sembako pun naik. Kebijakan bermacam-macam tapi tetap Negara kita tidak maju, bahkan kemiskinan semakin bertambah. Itu termasuk dampak terjadinya liberalisme dalam pertanian. Sudah saatnya kita belajar dari kegagalan dan belajar dari kesuksesan negara lain untuk membangun ekonomi yang melindungi, mengayomi, dan menyejahterakan masyarakat. Saatnya kita mengubah kebijakan ekonomi dengan mengambil ‘jalan baru’, seperti dipopulerkan oleh Dr Rizal Ramli dan Dr Fuad Bawazier. Kita tidak harus anti ‘Washington Consensus’, tetapi yang baik dan menguntungkan bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia, kita ambil dan amalkan. Yang merugikan apalagi yang mencelakakan harus ditolak, seperti privatisasi BUMN.
Nasib rakyat, bangsa, dan negara tidak seharusnya diserahkan kepada mekanisme pasar yang dikendalikan para kapitalis. Pasar harus dikendalikan oleh pemerintah dengan membuat instrumen undang-undang untuk melindungi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Dengan demikian, pemerintah terasa adanya tidak seperti sekarang.

Nama         : FARIDA HANUM

NRP           : I14100008

Laskar        : 5

   Cerita Inspirasi yang Berkenaan dengan Diri Saya

Keberhasilan yang Awalnya Hanyalah Sebuah Mimpi

            Ini adalah salah satu pengalaman saya yang membuat saya menjadi terinspirasi dalam menjalani hidup ini. Hari itu adalah kesempatan pertama saya mengikuti acara karnaval di SMA. Berbeda pada waktu SMP,di SMA semua siswa diwajibkan ikut berpatisipasi di acara itu. Pada waktu itu untuk menjadi peserta acara karnaval di sekolah saya dibagi atas tiga kelompok,yaitu kelas,organisasi,dan ekstrakurikuler. Saya ikut di KARIMATHA yakni organisasi rohis di sekolahan saya. Acaranya dimulai pukul 14.00WIB,tetapi kami telah berkumpul pukul 13.00WIB. Ketika barisan akan disusun, saya melihat sekelompok barisan yang sangat rapi, mereka mengenakan pakaian kebangsaan sekolah kami dengan mengenakan sandang “JUARA OLIMPIADE”. Saat itupun saya berfikir agar di acara karnaval tahun depan saya bisa seperti mereka. Ternyata untuk menjadi juara olimpiade tidaklah mudah. pertama saya harus ikut kelas sains terlebih dahulu di sekolah. Pada waktu itu saya bingung ke kelas sains apa?. Masuk kelas sains matematika atau fisika, tetapi saya sadar kalau saya sedikit kurang mampu dalam bidang hitungan, sedangkan untuk masuk sains kimia, saya belum tahu apa-apa karena pelajaran kimia baru dipelajari ketika SMA. Akhirnya sayapun memilih masuk kelas sains biologi. Saya sangat terkejut, ternyata peminat sains biologi jauh lebih besar dari kelas sains lainnya. Kecil hati saya untuk bisa menjadi juara olimpiade karena saingan saya cukup berat. Tetapi walaupun begitu, saya tetap berusaha dengan semaksimal mungkin. Alhamdulillah ketika selesai ujian ternyata saya mendapat juara pertama, saya sungguh sangat tidak menyangka karena siswa yang mendapat juara umumpun bisa saya kalahkan karena dia mendapat juara kedua. Akhirnya juara 1,2,3 pun menjadi perwakilan sekolah untuk perlombaan olimpiade.

            Diperlombaan olimpiade saya benar-benar sangat pesimis bisa menang karena soal-soal yang diujikan sangat begitu berbeda dengan selama ini yang saya pelajari di SMP dan SMA. Tetapi saya sangat terkejut sekali karena saya mendapat juara ketiga walaupun tidak mendapat juara pertama, tetapi saya tetap bersyukur, apalagi untuk karnaval berikutnya saya bisa mengenakan kain sandang juara olimpiade yang selama ini saya impikan. Sayapun bertekat untuk bisa ikut olimpiade lagi tahun depan. Alhamdilillah saya bisa ikut lagi dan berhasil memperoleh juara kedua. Dari pengalaman inilah terinspirasi bagi saya bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita berani untuk bermimpi dan berusaha kerja keras mengejar mimpi itu.

    Cerita Inspirasi yang Berkenaan dengan Orang Lain

Pengorbanan Seorang Adik

            Saya sengaja memberikan judul ini untuk cerita inspirasi saya ini, karena cerita ini saya ambil dari kisah hidup seorang teman saya. Dia seorang laki-laki, namanya Rama. Rama memang berasal dari keluarga yang pas-pasan. Kedua orang tuanya bekerja sebagai pedagang kecil di pasar harian. Rama memang sedikit berbeda dari anak yang lain, dia anak yang mndiri dan mempunyai banyak keterampilan khususnya di bidang mesin. Sejak kelas 6 SD,dia telah bisa menyetir mobil sendiri dan memperbaiki mobil yang rusak tanpa sama sekali diajarkan oleh siapa pun.Walaupun dia agak kurang di bidang sekolah, tatapi Rama adalah anak yang rajin dia suka melihat dan memperhatikan ayahnya ketika menyetir atau memperbaiki mobil. Ayahnya hanya mampu membeli mobil bekas, itulah sebabnya ayahnya sering kali memperbaiki mobilnya, Kedua orang tuanya sangat membutuhkan mobil untuk mereka berdagang karena jarak mereka berdagang ke pasar harian cukup jauh. Karena sering memperhatikan ayahnya memperbaiki mobil itulah akhirnya Rama dengan sendiri bisa menyetir. Ketika liburan sekolah Rama suka membawa atau menyetir moilnya  ke pasar harian  untuk mengantar orang tuanya berdagang.Dia tahu ayahnya sudah cukup tua untuk terus membawa mobil setiap hari, apalagi kedua orang tuanya bekerja dari pajar sampai sore. Sebenarnya Rama ingin sekali bisa berhenti sekolah  karena dia tahu otaknya tidak mampu menyerap semua pelajaran sekolah, dia langsung ingin bekerja yakni dengan membawa mobil orang yang dijadikan sebagai angkot atau membuka bengkel kecil. Tetapi kedua orang tuanya tidak menyetujui keinginannya itu, karena kedua orang tuanya ingin dia sekolah sampai lulus STM. Rama mempunyai seorang kakak perempuan, dia sangat menyayangi kakaknya itu. Bahkan dia rela untuk berhenti sekolah karena dia ingin mengurangi beban orang tuanya yang harus membiayai kakanya kuliah dan adik perempuannya yang sekarang duduk di bangku SMP. Bahkan ketika kedua orang tuanya ingin menekolahkan k STM yang bagus tatapi berada di luar kota dari rumahnya, Rama langsung menolak karena dia tahu STM itu cukup mahal sedangkan tahun depan kakaknya akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Rama juga beruntung karena kakak perempuannya juga sangat baik dan rajin. Kakaknya sering membantu ibunya , ketika liburan tiba dia selalu memasak untuk semua keluarganya. Bahkan kakaknya berjanji akan serius kuliah sehingga bisa memperoleh pekerjaan baik dan menyekolahkan adiknya serta dia berjanji kepada Rama akan mendirikan  sebuah bengkel yang bagus  untuk adiknya itu. Sekarang Rama sudah tamat STM, dia tidakmelanjutkan pendidikannya sampai ke perguruan tinggi seperti saya. Dan sekarang dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri walaupun sedikit demi sedikit.Rama bekerja dengan kerampilan yang dia miliki, dia menjadi sopir mobil orang lain yang disewa untuk mengantar barang-barang, seperti sayur-sayuran yang dibawa dari luar kota untuk diantarkan ke pasar-pasar di daerahnya.Saya dan teman-teman yang lainpun sangat bangga terhadap Rama, karena dia selalu ingin berusaha mengurangi beban kedua orang tuanya.Tetapi terkadang kami juga sangat kasian  kepada Rama karena dia tidak seberuntung kami yang bisa melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi.Tetapi walaupun seperti itu, Rama tidak pernah bersedih ataupun iri kepada saudara-saudaranya.

            Dari kisah hidup Rama inilah terinspirasi bagi saya bahwa Rama yang hanya bisa lulus STM tetapi dia selalu bersungguh-sungguh membuat bangga kedua orang tua dan saudara-saudaranya, bahkan dia juga selalu berusaha meringankan biaya yang dikeluarkan orang tuanya untuk kakaknya yang sekarang sedang kuliah. Sehingga sekarang saya yang sedang kuliah ini juga ingin seperti dia yakni dengan serius kuliah agar bisa memperoleh pekerjaan baik sehingga bisa membantu kedua orang tua saya menyekolahkan adik saya sampai ke perguruan tinggi.


http://jalod.files.wordpress.com/2009/08/human-body-cells-01.jpg

Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa.Ngomong-Ngomong EFT itu pasa sih ? Lebih jelasnya bisa di lihat disini .Oke, kita lanjutkan saja. Pakar EFT tersebut mengambil sampel darah seorang pasien (Rebecca) kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer.

Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.

Sebelum melakukan EFT
( sel darah merah menggumpal disebabkan oleh Lectin yang didapat dari alergi ayam & alpukat )
Sesudah melakukan EFT
( sel darah merah menjadi normal kembali )

Kemudian Rebecca melakukan EFT lagi dan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT ( Dr. Felicy) mengambil sampel darahnya lagi.

Kondisi darah saat sedih
( sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata )

Lalu Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi “cinta” untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.

Kondisi darah saat merasakan cinta
( sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul )

Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat “sedih” terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat “merasakan cinta”. Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.

Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat (ditunjukkan pada gambar dibawah dimana terlihat sel-sel darah saling berjatuhan). Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.

Kondisi darah saat merasa takut

Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”. Dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara ( dalam islam disebut sifat “Jamaliah” Allah). Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini “saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya”, begitu Rebecca tersebut menggambarkan pengalamannya.

Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain, cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.


Kondisi darah saat “berdo’a”
(timbul substansi putih berkilauan dan darah bergerak pelan dan sangat teratur)